teh-anget's zone

sPeLLBoX


fRiEnD LiNkZ:
gAllz:: mY littledino  # nIkEn  # eRiKa  # rAfhAEl  # Reeta  # blub  # Renha  # Reena
bOyZ:: negative  # bayu  # adhie  # syzwz  # panjie  # Idon  # DiDiet  # Ray


fEaTuRe LiNkZ:
¬ Bandung@sourceforge
¬ Bandung@DALnet
¬ develbox
¬ kecoak.or.id
¬ Pemerkosa
¬ psybnc
¬ eggdrop

This page is powered by Blogger. Isn't yours?





 
Thursday, October 16, 2003
2:05 AM ::   [panjie]

 


Serat Kalatidha, Refleksi Jaman Suram
- Situasi politik saat ini yang masih juga tidak menentu mengingatkan apa yang pernah diungkap oleh pujangga Keraton Surakarta, Ronggowarsito. Saat itu, sekitar tahun 1873, Srakarta yang secara de facto dikuasi Pemerintah Hindia Belanda mengalami masa suram, yang mirip dengan konsisi Indonesia saat ini. Dalam kondisi susah itulah, Ronggowarsoto menilus syair yang dikenal dengan Serat Kalatidha.

Mangkya darajating praja
Kawuryan wus sunya ruri
Rurah pangrehing ngukara
Karana tanpa palupi
Ponang parameng kawi
Kawelwiting tyas maladhung
Kungas kasudranira
Tidem tandanging dumadi
Ardayeng rat dening karoban rubeda

Ratune ratu utama
Patihe patih linuwih
Pranayaka tyas raharja
Panekare becik-becik
Parandene tan dadi
Paliasing kala bendu

Amenangi jaman edan
Ewuh ayahing pambudi
Melu edan nora tahan
Yen tan melu anglakoni
Boya kaduman melik
Kaliren wekasanipun.....

Syair ini oleh diterjemahkan secara bebas kira-kira seperti ini:

Adapun derajat negara
Tampak sudah sunyi senyap
Penguasaan kalimat (sudah) mundur
Karena tiadanya teladan
Adapun sang pujangga teladan
Terbelit oleh hati yang penuh cinta
Tersiar kerendahan derajatnya
Padam segala tanda kehidupan
Terasakan dunia banjir kemalangan

Rajanya raja utama
Patihnya patih yang cakap
Para pengawal berhati tenteram
Penjaga keamanannya baik-baik
Meskipun demikian (mereka) tidak menjadi
Penolak akan kemurkaan sang Kala

Mengalami zaman gila
Sulit berusaha untuk menggunakan akal budi
Mau ikut gila tak tahan
(tetapi) jika tidak ikut menjalani
apakah akan mendapat bagian pemilikan
akhirnya jadi kelaparan .....

Jadi, semua kondisi yang terjadi saat itu karena raja yang tidak bijaksana. Kalau saat ini, bisa diibaratkan kondisi pemerintah yang sudah sakit kronis, akibat hebatnya korupsi dalam hampir di semua tatanan negara. Dan saat itulah, negara bakal mengalami kehancuran. (sid)






2:05 AM ::   [panjie]

 


Tips “jawa” Menentukan Kayu untuk Bangunan
- Dalam mitologi Jawa, bahan bangunan sangat penting untuk sebuah rumah. Salah satu pondasi terpenting ialah kayu, yang dikenal dengan saka atau tiang sebagai penyanggah bangunan. Nah, pilihan kayu yang benar memang sangat penting dalam menetukan bangunan sebuah rumah akan membawa kebahagiaan, rejeki, serta keharominsan bagi penghuninya.

Dari sisi ilmu kalang, inilah pemilihan kayu yang paling tepat untuk membangun sebuah rumah.

1) Hindari kayu dari pohon yang, tersambar petir, dikeramatkan, tumbuh di kuburan, atau yang tumbang' karena angin ribut. Kayu dengan riwayat seperti ini dipercaya tidak cocok untuk bangunan rumah
atau dapat mengundang malapetaka.

2) Kayu jati merupakan kayu yang paling baik kualitasnya. Kebaikan kualitas kayu jati ini di samping karena secara fisik memiliki keunggulan daya tahan sebagai bahan konstruksi juga mudah pekerjaannya, dan bagus teksturnya.

Selain itu, penggunaan kayu jati yang mahal ini memberi nilai
prestise tersendiri bagi sang empunya rumah. Tapi ingat! jenis kayu jati ada yang bersifat baik tetapi ada juga jenis kayu jati yang bersifat buruk.

3) Pergunakan kayu jati yang bersifat baik: uger-uger, trajumas, tunjung, simbar, pandawa, monggang, nuilo, gendam,
gendong, gedek, dan geduk.

4) Hindari kayu jati yang bersifat buruk: klabang pipitan, tundung, sondo, sarah, sujen terus, mutah ati, prabatang, gombang, galinggang, gronang, gandongan, gosong, gronggang, dan buntel mayit.






2:04 AM ::   [panjie]

 


Dandhanggula (Mantera)
- Anda ingin menyimak sebuah mantera yang dikemas dalam tembang dhandhanggula? Isi dari mantera ini berkisar mengenai harapan adanya kekuatan dan keteguhan hati.

Bisakah Anda melantunkan tembang dhandhanggula ini?

Napasku nabi Isa linewih/

nabi Yakub pamiyarsaning wang/

Yusup ing rupaku mangke/

nabi Dawud swaraku/

hyang Suleman kasekten mami/

nabi Ibrahim nyawa/

Idris ing rambutku/

bagendha Li kulittng wong/

getih daging Abubakar Umar Singgih/

balung bagendha Usman/


Terjemahan dari tembang dhandhanggula di atas antara lain adalah:

Nafasku nafas Isa yang luhur/

pendengaranku pendengaran Nabi Yakub/

Adapun wajahku wajah Yusup/

swaraku swara nabi Daud/

kesaktianku kesaktian nabi Sulaiman/

nyawaku nyawa nabi Ibrahim/

rambutku rambut Idris/

kulitku kulit baginda Ali/

darah serta dagingku darah dan daging/

Abu Bakar Umar Singgih/

tulangku tulang baginda Usman/ (**)





2:03 AM ::   [panjie]

 


Sebuah Tembang Agar Pe De
- Jika kamu merasa kurang Pe De alias percaya diri, barangkali tembang dhandanggula di bawah ini bisa bermanfaat. Jangan salah, tembang ini merupakan sebuah doa agar teguh hati.

Sungsumku Patimah kang linewih/

kang minangka rahayuning badan/

Ayub minangka ususe/

nabi Nuh ing jejantung/

nabi Yusup ing otot mami/

netraku ya Muhammad/

panguluku rasul/

pinayungan Adam sarap/

sampun pepak sakathahing para nabi/

dadya sarira tunggal/


Terjemahan


Sumsumku sumsum Fatimah yang luhur/

sebagai kesejahteraan tubuhku/

Ayub sebagai ususku/

nabi Null berada di jantungku/

nabi Yusup bersemayam di dalam ototku/

mataku pun mata Muhammad/

aku menelan seperti jika rasul menelan/

sarafku dipayungi Adam/

segenap nabi telah hadir/

menjadi satu dengan tubuhku/





2:01 AM ::   [panjie]

 


Misteri di Balik Sejarah Tahun Jawa
- Menurut Babad Jawa, sejak masa purbakala masyarakat di pulau Jawa sudah memiliki kebudayaan asli yang memperhitungkan ilmu perbintangan. Ilmu pengetahuan ini digunakan masyarakat pada jaman tersebut misalnya untuk bertani dan bercocok tanam serta untuk keperluan pelayaran. Ilmu ini dituangkan dalam Primbon Jawa yang termasuk di dalamnya yaitu Pawukon, Pranatamangsa, dan sebagainya.

Sekitar abad pertama masehi, masyarakat Jawa kedatangan pengaruh bangsa Hindu (India). Bersama dengan kebudayaan asli yang sudah ada, pengaruh kebudayaan Hindu ini menelurkan kebudayaan-kebudayaan baru.

Tahun Saka

Sejak abad ke-8 masehi, di Jawa sudah ada Kerajaan Hindu-Jawa yang menggunakan perhitungan waktu berdasarkan sistem kebudayaan asli, kebudayaan Hindu, dan kebudayaan baru. Perhitungan waktu pada masa itu telah menggunakan sistem angka tahun menurut Saka, terpengaruh kebudayaan Hindu.

Tahun Saka dihitung menurut perputaran matahari. Jumlah hari dalam sebulan pada tahun Saka berjumlah 30, 31, dan 32 atau 33 hari pada bulan terakhir, yaitu bulan Saddha. Sehingga setahun berjumlah 365 dan 366 hari, terbagi dalam 12 bulan.


Tahun Hijriah

Pengaruh kebudayaan Hindu yang sangat kuat di tanah Jawa akhirnya mendapat saingan dengan datangnya kebudayaan Islam. Pengaruh Islam semakin kuat sampai akhirnya pada abad ke-16 masehi Kerajaan Jawa mulai menggunakan sistem penanggalan Arab yang disebut Tahun Hijriah. Sistem penanggalan ini secara resmi digunakan oleh kerajaan Jawa Islam, tetapi sebagian masyarakat masih tetap menggunakan perhitungan Saka.

Tahun Hijriah adalah termasuk tahun Komariah, yaitu mengikuti perputaran bulan. Dalam satu tahun Hijriah berarti bulan mengitari bumi sebanyak 12 kali. Jumlah hari dalam sebulan pada tahun Hijriah berjumlah 29 dan 30 hari. Sehingga satu tahun Hijriah berjumlah 354 atau 355 hari (bulan Zulhijjah berumur 29 atau 30 hari).

Tahun Hijriah perlu diberlakukan di Jawa pada masa itu karena kerajaan-kerajaan Islam harus menyamakan kalender kerajaan dengan peringatan-peringatan penting dalam agama Islam. Pada masa itu, hari-hari besar Islam diperingati sebagai acara resmi kerajaan, misalnya Idul Fitri setiap tanggal 1 Syawal, Idul Adha setiap tanggal 10 Zulhijjah, dan Mauludan setiap 12 Rabi'ul Awal yang sampai saat ini selalu diperingati secara besar-besaran dalam acara Sekaten.


Tahun Jawa

Berdirinya kerajaan Mataram Islam memberi warna baru dalam sejarah penanggalan di Jawa. Tepatnya ketika pemerintahan Sri Sultan Agung Prabu Anyakrakusuma, ditetapkanlah pemberlakuan Tahun Jawa. Adapun sistem penanggalan Tahun Jawa adalah mengikuti penanggalan Hijriah, yaitu berdasarkan perputaran bulan, atau disebut Komariah. Sistem penanggalan ini disepakati berlaku di seluruh wilayah Mataram, yaitu pulau Madura dan seluruh Jawa (kecuali Banten yang bukan kekuasaan Mataram). Hari itu Jum'at Legi tanggal 1 Muharram 1043 Hijriah bertepatan dengan tahun Saka 1555, dan tahun 1633 Masehi, ditetapkan sebagai awal Tahun Jawa 1555 (melestarikan peninggalan penanggalan Saka).

Ada tiga hal penting dalam pemberlakuan Tahun Jawa :
1) Mempertahankan kebudayaan asli Jawa dengan mewadahi Pawukon dan sebangsanya yang diperlukan dalam memperingati hari kelahiran orang Jawa, mengerti watak dasar manusia dan prediksi peruntungan menurut Primbon Jawa.

2) Melestarikan kebudayaan Hindu yang kaya akan kesusasteraan, kesenian, arsitektur candi dan agama. Hal ini sangat penting karena kebudayaan Hindu telah berhasil menghiasi dan memperindah budaya Jawa selama berabad-abad sebelumnya.

3) Menyelaraskan kebudayaan Jawa dengan kebudayaan Arab. Sistem penanggalan Tahun Jawa yang serupa dengan penanggalan Hijriah yaitu Komariah, akan memudahkan masyarakat Islam di Jawa untuk menjalankan ibadahnya berkaitan dengan hari-hari suci/besar Islam.

Dengan begitu, penanggalan Tahun Jawa mampu mengakomodasi tiga golongan utama masyarakat Jawa ketika itu, yaitu golongan orang Jawa kuno (asli), golongan masyarakat Hindu, dan golongan umat Islam.





2:00 AM ::   [panjie]

 


Jenis dan Cara Kerja Ilmu Pelet
- Jangan kira Ilmu Pelet itu tak bisa dinurut dan hanya isapan jempol belaka. Padahal, ada segudang ilmu mengenai pelet dan masing-masing memiliki cara kerja sendiri-sendiri.

Berikut ini adalah nama-nama ilmu tersebut, yang memiliki "kekuatan" pelet masing-masing.

Pelet Senthelewe

Menurut pustaka klenik yang kami miliki, ilmu pelet ada beberapa macam. Yang pertama disebut Pelet Senthelewe, pelet yang paling manjur untuk menarik lawan jenis sehingga tergila-gila untuk bertemu kepada si pemelet. Kabarnya jenis pelet semacam ini biasa dipakai orang yang ditolak cintanya dan disakiti hatinya. Seseorang yang ditolak cintanya cenderung dendam dan berusaha membalas sakit hatinya. Untuk itu seseorang mencari dukun yang bisa membantu melaksanakan niatnya.
Senthelewe, berasal dari kata Senthe, yaitu daun Senthe yang biasa tumbuh di air comberan. Sedangkan rewe berarti dapat membuat gata-gatal dan blingsatan tak ketulungan. Hati-hati mbak!!! Jangan membuat sakit hati orang.

Pelet Semar Mesem

Pelet Semar Mesem adalah jenis pelet yang digunakan laki-laki "Don Juan" untuk menarik lawan jenisnya. Hati-hati terhadap laki-laki pemilik pelet ini. Orangnya biasanya bergaya friendly, baik hati, dan terkesan menolong. Dengan tutur sapanya yang halus dan melalui raut wajahnya yang selalu tersenyum ia akan mempesona orang di hadapannya. Tapi sebenarnya lewat senyum inilah "bisa" pelet ini bisa dilancarkan dan membuat deg-degan wanita yang terkena dan kemudian ia akan bersedia menyerahkan apa saja yang ia miliki. Senyum itu selalu membayang setiap tidur maupun di saat terjaga sehingga rasanya ingin selalu bertemu dengan laki-laki tersebut.

Pelet Semar Kuning

Jenis pelet ini lebih ampuh jika dimantramkan (dimanterakan/dibacakan). Laki-laki pemilik pelet ini biasanya tampak berwibawa, santun, dan penuh daya tarik. Bedanya dengan Semar Mesem, pelet ini harus dimantramkan. Sebagaimana halnya dengan pelet Semar Mesem, pelet ini biasanya digunakan para laki-laki yang ingin membujuk rayu para wanita. Pelet Semar Kuning lebih dahsyat dari pelet Semar Mesem, sebab siapapun yang kena Semar Kuning belum akan puas apabila belum bertemu dengan sang empunya.

Pelet Wijaya Kusuma

Pelet Wijaya Kusuma cocok dimiliki oleh para pemain politik, karena pelet ini sangat memukau siapapun orang yang melihat cara bicaranya. Apabila seseorang memiliki pelet ini jika ia berbicara di atas podium akan menyihir dengan penuh pesona semua hadirin walaupun dalam sebuah lapangan yang besar sekali pun. Dengan begitu sang orator akan mudah meyakinkan orang-orang di sekitarnya dan memasukkan sebanyak-banyaknya doktrin-doktrin ke kepala siapapun yang ia kehendaki. Menurut cerita dahulu, para raja, bupati, dan lurah mati-matian memburu pelet yang langka ini. Di masa pemilu pelet Wijaya Kusuma paling tepat untuk memperoleh simpatisan dan mendongkrak perolehan suara pemilih.

Pelet Arjuna Wijaya

Diperoleh dengan cara bertapa dan samadi. Daya tariknya dapat membuat semua orang simpati padanya. Daya pesona yang ada pada pemilik pelet Arjuna Wijaya akan membuat orang di sekitarnya takluk dan akan berbuat apa saja sekemauan si pemilik pelet ini. Pelet Arjuna Wijaya ampuh sekali untuk membantu melancarkan bisnis, cocok dipakai untuk orang-orang yang bekerja di bidang pemasaran, para perwira, dan Public Relation.





2:00 AM ::   [panjie]

 

Rumah dalam Pandangan Orang Jawa
- Rumah dalam kebudayaan Jawa dipandang sebagai sesuatu hal yang sangat vital. Karena itu, segala sesuatu yang berkenaan dengan perwujudan rumah senantiasa dirancang dan diperlakukan dengan menggunakan aturan atau pedoman tertentu yang mencerminkan tentang pandangan tersebut.

Bahkan di kalangan masyarakat Jawa terdapat ungkapan lain yang mencerminkan kelengkapan kesempurnaan hidup bagi lelaki Jawa, yaitu bahwa seorang lelaki baru dianggap sempurna kalau sudah memiliki lima syarat, yakni:
1. Wanodya (wanita atau istri),
2. Turongga (kuda) lambang kedudukan,
3. Curiga (keris) lambang keamanan lahir dan batin,
4. Kukila (burung) lambang kesenangan atau hiburan, dan
5. Wisma (rumah) yang dipandang sebagai keberhasilan seseorang. Kelima hal ini, sekaligus menjadi lambang kebanggaan, kehormatan, dan keberhasilan bagi keluarga Jawa.

Menurut tata cara tradisional Jawa, ada anggapan bahwa antara rumah, tanah, dan manusia penghuninya merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Orang merasa bersatu dengan rumah dan tanah tempat berdirinya, serta sekaligus merasa bersatu dengan desa tempat menetapnya.

Perasaan kesatuan yang demikian ini menyebabkan rasa aman dan tenteram bagi penghuni. Atas dasar ini, maka orang Jawa menganggap seolah-olah merupakan perwujudan badan jasmaninya, sementara manusia penghuninya merupakan wujud jiwanya, sehingga rumah adalah bagian penting bagi kehidupan seseorang.

Oleh karena itu untuk mendirikan bangunan rumah orang harus memperhatikan benar persyaratannya agar tidak mendatangkan balak atau bahaya bagi para penghuninya kelak

Memiliki rumah merupakan salah satu kebanggaan dan idaman bagi seseorang yang telah berkeluarga. Hal ini antara lain tercermin dalam
ungkapan-ungkapan tradisional mereka sebagai berikut:

1. Sak enak-enake urip kumpul ana omahe maratuwa, isih tetep enak urip misah ana omahe dewe (seenak-enaknya hidup berkumpul di rumah mertua, masih tetap enak hidup berpisah di rumah sendiri)

2. Ala-ala lah anggere omahe dewe (jelek-jeiek biar asal rumah sendiri)

3. Pandongaku marang anak putuku supaya mbesok yen wis pada mentas bisa
duwem omah dewe (doaku kepada anak cucu agar besok setelah berkeluarga dapat memiliki rumah sendiri)





1:59 AM ::   [panjie]

 


Dhandhanggula
- Pagupakaning warak sakalir/

dadya winaca sagara asat/

temahan rahayu kabeh/

mapan sarira hayu/

ingideran ing widadari/

rineksa malaekat/

sakathahing. rasul/

pan dadi sarira tunggal/

ati Adam utekku bagendha Esis/

pangucapku ya Musa/


Jika diartikan dalam bahasa Indonesia, kurang lebih menjadi begini,

Semua kubangan badak/

jika dibaca laut pun keringlah/

alhasil semuanya selamat/

jadilah badan selamat/

dikelilingi bidadari/

dijaga malaikat/

segenap rasul/

bukankah menjadi satu badan/

hatiku hati Adam otakku otak baginda Sis/

ucapanku ucapan Musa.





1:59 AM ::   [panjie]

 


Dhandhang Gula
Kidung Doa, Selamat dari Bencana
- Ana kidung rumeksa ing wengi.
teguh ayu luput ing lelera
luput ing bilahi kabeh
Jim setan datan purun
paneluhan tan ana wani
miwah panggawe ala
gunaning wong luput.
Geni atemah tirta
mating adoh tan wani maraking mami
tuju guna pan sirna.

Terjemahan dalam bahasa Indonesia:

Adalah sebuah kidung sebagai pengawal malam,
Agar tetap sehat, jauh dari penyakit
Jauh dari bencana
Jin dan setan tak ada yang mau mengganggu
Santet-santet tidak manjur
Juga perbuatan-perbuatan jahat
Yang dibuat orang tidak mengena.

Api berubah menjadi air
Maling menjauh tak ada yang berani mendekatiku
Semua perbuatan jahat lenyap





1:58 AM ::   [panjie]

 


Kidung Dhandhang Gula
Tolak Bala
- Ana kidung rumeksa ing wengi // teguh ayu luputa ing lara // luputa bilahi kabeh// jim setan datan purun // paneluhan tan ana wani// miwah penggawe ala// gunaning wong luput// geni atemahan tirta// maling adoh tan ana ngarah ing mami// guna duduk pan sima.

Kidung alias tembang Dhandhang gula di atas merupakan salah satu doa, harapan, sekaligus anjuran agar setiap orang waspada.

Konon, penciptanya adalah Kangjeng Sunan Kalijaga. Konon pula, jika ini dilagukan, segala jenis makhluk halus yang jahat bakal menjauh. Bahkan sirna.

Artinya, kurang lebih adalah sebagai berikut:

Ada lagu penjaga malam//semoga terhindar dari penyakit// teguh dan selamat//
semoga terhindar dari segala bencana// jin dan saitan tak berani// tak ada guna-guna yang berani // perbuatan jahat pun tak berani // terhindar dari guna-guna orang yang salah// dan dari api serta air// pencuri jauh tak ada yang menuju ke tempat kami// guna-guna penyebar penyakit binasalah. (***)





1:57 AM ::   [panjie]

 


Serat Kalatidha, Refleksi Jaman Suram
- Situasi politik saat ini yang masih juga tidak menentu mengingatkan apa yang pernah diungkap oleh pujangga Keraton Surakarta, Ronggowarsito. Saat itu, sekitar tahun 1873, Srakarta yang secara de facto dikuasi Pemerintah Hindia Belanda mengalami masa suram, yang mirip dengan konsisi Indonesia saat ini. Dalam kondisi susah itulah, Ronggowarsoto menilus syair yang dikenal dengan Serat Kalatidha.

Mangkya darajating praja
Kawuryan wus sunya ruri
Rurah pangrehing ngukara
Karana tanpa palupi
Ponang parameng kawi
Kawelwiting tyas maladhung
Kungas kasudranira
Tidem tandanging dumadi
Ardayeng rat dening karoban rubeda

Ratune ratu utama
Patihe patih linuwih
Pranayaka tyas raharja
Panekare becik-becik
Parandene tan dadi
Paliasing kala bendu

Amenangi jaman edan
Ewuh ayahing pambudi
Melu edan nora tahan
Yen tan melu anglakoni
Boya kaduman melik
Kaliren wekasanipun.....

Syair ini oleh diterjemahkan secara bebas kira-kira seperti ini:

Adapun derajat negara
Tampak sudah sunyi senyap
Penguasaan kalimat (sudah) mundur
Karena tiadanya teladan
Adapun sang pujangga teladan
Terbelit oleh hati yang penuh cinta
Tersiar kerendahan derajatnya
Padam segala tanda kehidupan
Terasakan dunia banjir kemalangan

Rajanya raja utama
Patihnya patih yang cakap
Para pengawal berhati tenteram
Penjaga keamanannya baik-baik
Meskipun demikian (mereka) tidak menjadi
Penolak akan kemurkaan sang Kala

Mengalami zaman gila
Sulit berusaha untuk menggunakan akal budi
Mau ikut gila tak tahan
(tetapi) jika tidak ikut menjalani
apakah akan mendapat bagian pemilikan
akhirnya jadi kelaparan .....

Jadi, semua kondisi yang terjadi saat itu karena raja yang tidak bijaksana. Kalau saat ini, bisa diibaratkan kondisi pemerintah yang sudah sakit kronis, akibat hebatnya korupsi dalam hampir di semua tatanan negara. Dan saat itulah, negara bakal mengalami kehancuran. (sid)







1:56 AM ::   [panjie]

 


"Barang Rahasia" Ken Dedes dan Misteri Keris Empu Gandring
- Kisah tentang Keris Empu Gandring bisa ditemui di Kitab Pararaton. Kisah ini tak bisa dilepaskan dari sosok wanita cantik, Ken Dedes, yang konon menjadi ihwal munculnya kutukan sang Empu. Berkaitan dengan asmara yang membara.

Banyak kita tahu kisah-kisah tentang keris yang memiliki tuah atau daya linuwih. Masing-masing kisah menceritakan bagaimana sebuah keris yang memiliki kekuatan daya supranatural mampu membantu mengubah nasib sang pemiliknya yang terkadang dengan cara yang sulit dinalar manusia. Tetapi, dari berbagai kisah tentang keris bertuah, saya rasa tidak ada yang lebih menarik dan legendaris dari kisah keris Empu Gandring milik Ken Arok dari Tumapel yaitu di masa sebelum kerajaan Singosari.

Alkisah dalam Serat Pararaton disebutkan, Ken Arok berniat membunuh Tunggul Ametung, seorang akuwu (penguasa) di Tumapel. Niat ini muncul setelah secara tidak sengaja Ken Arok yang waktu itu menjadi abdi di Tumapel, melihat betis mulus Ken Dedes, istri Tunggul Ametung, ketika Ken Dedes sedang turun dari kereta.

Bukan itu saja, "barang rahasia" milik Ken Dedes pun terlihat oleh Ken Arok. Dari "barang rahasia" sang Dewi nampak adanya sinar yang menyala. Ken Arok terkejut dan seketika itu tertarik menatap sang Dewi. Benar-benar wanita cantik yang tiada taranya di dunia ini, pikir Ken Arok.

Kemudian Ken Arok menceritakan pengalamannya tersebut kepada Dhang Hyang Lohgawe, seorang brahmana yang waskita. Menurut sang brahmana, wanita dengan tanda seperti itu disebut Nareswari. Ia adalah wanita utama, ratu dari semua wanita. Meskipun seorang pria papa dan hina dina, jika beristri wanita semacam ini maka pria tersebut tentu akan bisa menjadi raja atau orang yang
tinggi jabatannya.

Mendengar penjelasan sang brahmana seperti ini Ken Arok semakin bulat tekadnya untuk dapat memperistri Ken Dedes walau apapun
risikonya, termasuk dengan cara membunuh Tunggul Ametung. Maka berangkatlah Ken Arok menuju tempat tinggal Empu Gandring, seorang empu pembuat keris yang sangat termashur. Dengan keris buatan Empu Gandring ini Ken Arok bermaksud membunuh Tunggul Ametung.

"Ki Empu, tolong bikinkanlah saya sebuah keris yang ampuh. Saya harapkan bisa selesai dalam waktu lima bulan. Harap diperhatikan, Kyai, agar keris itu dapat selesai."

Empu Gandring menjawab, "Kalau kau menghendaki yang baik, seharusnya dalam satu tahun. Kalau dalam lima bulan belumlah cukup."

Ken Arok berkata lagi, "Pengukiran keris itu terserah saja bagaimana bentuk serta coraknya. Saya tak peduli masalah janji, pokoknya dalam lima bulan harus selesai."

Setelah lima bulan, maka Ken Arok pun teringat akan janjinya, yakni akan pesanan keris tersebut kepada Empu Gandring. Empu Gandring yang pada waktu itu sedang mengikir keris. Ken Arok perlahan bicara,"Kyai, sudah selesaikah keris pesanan saya itu?"
Empu Gandring pun menjawab pula dengan halus," Dhuh, Kaki. Kerismu itu justru yang sedang kukikir ini." Ketika mendengar
jawaban tersebut, Ken Arok menjadi tak senang hati dan bersikap kurang sopan.

Ken Arok melihat kerisnya yang sedang dikikir (diperhalus). Keris diberikan oleh Empu Gandring, diterima oleh Ken Arok dan diamat-amati. Serentak sadar bahwa kerisnya belum selesai, maka Arok berkata marah

"Ini keris belum rampung! Bukankah saya sudah berkali-kali berpesan. Tak ada guna-nya saya berkata kalau begini kenyataannya, Kyai. Terlalu sekali kau ini, Kyai. Masakan mengikir pun sampai lima bulan masih juga belum selesai. Benar-benar kau tak mengacuhkan pesanku, kau Empu Gandring!" Ken Arok pun mengamuk membabi buta.

Empu Gandring ditusuknya dengan keris bikinan sang Empu itu sendiri. Segera sang Empu Gandring pingsan. Ken Arok keterlanjuran menurutkan api amarah. Keris disabetkan di lumpang tempat kikiran besi.

Lumpang yang terbuat dari batu itu terbelah menjadi dua. Setelah itu keris disabetkan lagi ke arah paron (alas untuk menempa besi). Paron pun pecah berkepingan. Setelah itu terdengariah suara Empu Gandring yang menyumpah serapahi, "Ken Arok, besok kau sendiri pun akan mati oleh keris itu juga. Anak dan cucu-cucumu, tujuh orang raja akan meninggal pula dengan senjata
yang sama."

Setelah mengucapkan kalimat tersebut, maka Empu Gandring pun segera meninggal. Ken Arok sangat menyesal dengan kematian Empu Gandring.

Tuah keris Empu Gandring ternyata terbukti sakti. Buktinya, keris ini berhasil membunuh Tunggul Ametung, Ken Arok sendiri, dan keturunannya. Sehingga tepat seperti sumpah Empu Gandring bahwa kerisnya membunuh tujuh orang raja.

Percaya atau tidak?

Yang pasti, kisah ini terdapat dalam Serat Pararaton Ken Arok, kitab sastra Jawa yang diakui kesahihanya






1:55 AM ::   [panjie]

 


Kayu Miliki Sifat Layaknya Manusia
- Seperti layaknya manusia, kayu pun memiliki jenis dan sifat tersendiri. Dari jenis dan sifat itulah bisa diketahui, kayu itu baik atau tidak. Pada tulisan ini akan dikupas tentang mengenali jenis kayu jati yang "baik".

Disebutkan dalam Ilmu Kalang, menurut kepercayaan Jawa, kayu jati mempunyai jenis dan sifat layaknya manusia. Ada yang jahat dan ada yang baik. Kayu yang mempunyai sifat baik akan mendatangkan ketentraman, kesejukan, rejeki, dan persaudaraan bagi sang pemilik rumah. Sedangkan kayu yang bersifat jahat, tidak baik, dipercaya bisa mendatangkan bencana, malapetaka, susah rejeki bagi penghuninya. Berikut adalah nama-nama jenis kayu jati beserta sifat dan pengaruhnya.

Uger-uger

Adalah kayu jati yang berasal dari batang pohon yang cabangnya rangkap. Seseorang yang memiliki kayu tersebut dipercaya akan merasakan kedamaian dan ketenangan. Kayu jenis ini dipakai pada pintu rumah dan pintu pagar tembok tinggi.

Trajumas
Adalah kayu jati yang berasal dari sebuah pohon yang cabangnya tiga. Barang siapa memasang kayu semacam ini pada rumahnya, maka akan kebanjiran rezeki, dalam istilah Jawa disebut mbanyu mili. Kayu ini sangat cocok untuk kerangka bangunan yang besar yang letaknya di atas, yaitu molo, blander, pengeret dan lain sebagainya.

Pandawa

Adalah kayu jati yang berasal dari sebuah pohon jati yang bercabang lima. Istilah Pandawa diambil dari pewayangan, yaitu lima bersaudara ksatria Amarta yang sangat kuat rasa persaudaraannya. Sesuai namanya, kayu ini sifatnya kuat dan perkasa. Oleh sebab itu ia harus menjadi "penjaga" pendapa, terutama sebagai saka guru yaitu tiang utama.

Mulo

Adalah kayu jati yang berasal dari pohon yang sekelilingnya lembab dikelilingi air. Kayu ini akan memberikan perasaan segar kepada pemiliknya, permintaanya banyak terkabul. Kayu seperti ini juga bisa digunakan untuk saka guru atau tiang utama tetapi mutunya masih di bawah kayu Pandawa.

Tunjung

Adalah kayu jati yang diambilkan dari pohon jati yang menjadi sarang burung yang besar seperti burung elang, dan lain-lainnya. Barangsiapa mempergunakan kayu jenis ini, maka si pemilik atau penghuni bangunan akan memperoleh status sosial yang lebih tinggi. Sebenarnya kayu ini lebih sesuai bila untuk bangunan kandang kuda, gedongan atau istal, atau kandang ternak jenis lainnya.

Gendam

Adalah kayu jati yang pohonnya ditempati burung-burung kecil. Sesudah kayu tersebut dijadikan bangunan perumahan, dipercaya pemiliknya akan mempunyai banyak kawan yang sayang kepadanya. Jika banyak kawan, secara otomatis rezeki juga akan mengalir lancar. Sebaiknya kayu jenis ini untuk membuat kandang kuda.

Munggang

Adalah kayu jati yang tumbuh di atas tanah yang tinggi (gumuk atau puntuk). Watak atau sifat kayu jenis ini tidak berbeda dengan kayu Tunjung dan Gendam, dan tepat sekali bila dipakai untuk membuat kerangka bangunan pintu gerbang (regol), bangunan untuk istirahat (gerdu), pesanggrahan maupun bangunan-bangunan sejenis, bukan bangunan untuk tempat tinggal tetap seperti dalem atau omah jero.

Gendong

Adalah kayu jati yang tumbuh sebagai tunas dari sebuah pohon. Kayu jenis ini sangat baik dipakai untuk kerangka bangunan.

Gedeg
Adalah sejenis kayu jati yang mempunyai tonjolan. Sifat dan fungsinya tidak berbeda dengan gendong.

Gadug

Adalah kayu jati yang tonjolannya seperti batu giling (gandik atau pipisan). Si pemilik atau penghuni rumah yang diberi kayu semacam ini pada suatu ketika akan mempunyai banyak hewan-hewan piaraan serta hidup selamat sejahtera. Kayu jenis ini cocok untuk bangunan kandang.






1:55 AM ::   [panjie]

 


Para Penguasa Gaib di Jawa
- Di tlatah (kawasan) Jawa ada empat penjuru yang masing-masing dikuasai oleh tokoh gaib dan misterius. Bukan misteri jika mudah merunutnya, tetapi "keberadaan" mereka diyakini sebagian masyarakat Jawa.

Di sebelah timur ada Kangjeng Sunan Lawu, Dewa Gunung.

Menurut cerita, semula adalah Raden Guntur, seorang putra keturunan Majapahit yang meloloskan diri pada masa jatuhnya Majapahit lalu lari sampai ke puncak Lawu.

Di sebelah barat di gunung Merapi ialah Kangjeng Ratu Sekar Kedhaton. Ini tak begitu dikenal ceritanya.

Di sebelah utara adalah hutan Krendhawahana, dikuasai oleh Bathari Durga atau Sang Hyang Pramoni, Dewi Hutan.

Menurut mereka yang pemah melihatnya, wujudnya seperti reseksi. Dewi ini yang dianggap sebagai penjaga negeri seisinya. (Ki Ageng)






1:54 AM ::   [panjie]

 


Hari Baik, Hari Buruk Dalam Pawukon
- Menurut pawukon ada hari-hari yang dianggap baik dan buruk. Hari-hari itu perlu diperhitungkan bila seseorang akan melakukan suatu kegiatan yang penting. Baik-buruk hari itu berlaku umum, tidak hanya bagi orang yang hari lahirnya menurut pawukon bertepatan dengan wuku yang sedang berlangsung.

Biasanya hari baik dan hari buruk dalam pawukon itu memiliki siklus tertentu. Artinya tiap sekian hari berulang kembali. Hari-hari itu juga mempunyai nama, misalnya ada hari baik yang bemama Sritumpuk, atau hari buruk yang bemama Taliwangke.

1.Hari Sarik Agung (hari buruk)
Siklus Sarik Agung adalah 49 hari, dan selalu jatuh pada hari Rabu,yaitu :
25.Kuranthil, Rabu, Legi, Pasah, Sri, Tungle, Sri, Kerangan.
74.Galungan, Rabu, Kliwon, Betheng, Menala, Aryang, Lima, Wurung.
123Mrakeh, Rabu, Wage, Kajeng, Sri, Wurukung, Sri, Gigis.
172.Bala, Rabu, Pon, Pasah, Laba, Paningron, Endra, Tulus.

Terhadap hari Sarik Agung ini ada peringatan yang kurang lebih berbunyi: Segala hajat atau keperluan penting jangan dilaksanakan pada hari Sarik Agung, karena tidak mungkin lagi di-atasi dengan upaya tolak bala. Jadi baiknya tin-gal diam, tidak melakukan sesuatu yang perlu selama sehari penuh.

2.Hari Samparwangke (hari. buruk)
Samparwangke terjadi tiap 42 hari sekali, yaitu pada wuku Sinta, Warigalit, Langkir, Tambir dan Bala, saat hari Senen berbareng dengan hari Aryang dan Betheng.

Susunan dalam masing-masing wuku adalah :
2.Sinta, Senen, Pon, Betheng, Laba, Aryang, Endra, Dangu.
44.Warigalit, Senen, Kliwon, Betheng, Menala, Aryang, Yama, Nohan.
86. Langkir, Senen, Pahing, Betheng, Menala, Aryang, Yama, Jagur.
128. Tambir, Senen, Wage, Betheng, Jaya, Aryang, Brama, Wurung.
170. Bala, Senen, Legi, Betheng, Menala, Aryang, Uma, Nohan.

Petunjuk dalam primbon-primbon menyebutkan: hari Samparwangke tidak baik untuk menyelenggarakan hajat apapun. Bahkan bila menebang bambu di hari Samparwangke, bambunya akan dimakan serangga. Bila orang bersenggama di hari Samparwangke, kalau membuahkan anak, anak itu akan sering mengalami musibah.

3.Hari Taliwangke (hari buruk)
Dalam satu putaran pawukon yang 210 hari itu, terdapat 6 hari Taliwangke. Hari Taliwangke terjadi tiap 36 hari sekali, pada wuku-wuku: Wuye, Wayang, Landep, Warigalit, Kuningan, Kuruwelut, yang masing-masing susunannya adalah sebagai berikut:
149.Wuye, Senen, Kliwon, Betheng, Jaya, Uwas, Guru, Jagur.
185.Wayang, Selasa, Legi, Betheng, Jaya, Uwas, Kala, Jagur.
11.Landep, Rabu, Pahing, Betheng, Jaya, Uwas, Guru Wurung.
47. Warigalit, Kamis, Pon, Betheng, Jaya, Uwas, Kala, Wurung.
83. Kuningan, Jumat, Wage, Betheng, Sri, Uwas, Sri, Wurung.
119.Kuruwelut, Sabtu, Kliwon, Betheng, Sri, Uwas, Ludra, Wurung.

4. Kalarenteng (hari buruk)
Kalarenteng tidak punya siklus, karena terdiri dari 3 hari berturut-turut, yaitu pada wuku Galungan yang menampung 3 hari sadwara Jaya dan 3 hari asthawara Kala. Jadi mengumpulnya 3 hari Jaya dan 3 hari Kala berturut-turut itu rupanya menimbulkan akibat kurang baik. Inilah susunan dalam pawukon:
71.Galungan, Ahad, Pahing, Betheng, Jaya, Uwas, Kala, Nohan.
72.Galungan, Senin, Pon, Kajeng, Jaya, Mawulu, Kala, Wogan.
73.Galungan, Selasa, Wage, Pasah, Jaya, Tungle, Kala, Tulus.

5.Sritumpuk (hari baik)
Sritumpuk adalah hari baik terutama untuk kegiatan pertanian. Namun juga baik untuk kegiatan lain, misalnya menikahkan anak atau pindahan rumah. Dalam satu putaran pawukon hanya ada 3 hari Sritumpuk, yaitu bertemunya hari Sri caturwara dengan Sri asthawara, berbarengan dengan hari triwara Pasah dan hari sadwara Tungle dan hari asthawara Dangu.

Urutan dalam pawukon adalah sebagai berikut:
1.Sinta, Ahad, Pahing, Pasah, Sri, Tungle, Sri, Dangu.
49.Warigalit, Sabtu, Kliwon, Pasah, Sri, Tungle, Sri, Dangu.
139.Medhangkungan, Jumat, Kliwon, Pasah, Sri, Tungle, Sri, Dangu.
6.Gumiliring wuku atau Anggara Kasih (hari baik)

Gumiliring wuku adalah hari baik, terutama untuk menyelenggarakan perkawinan atau menikahkan anak. Bahkan ada petunjuk dalam primbon yang maknanya: Bulan (tarikh Jawa) yang tidak ada hari Anggara Kasih (Selasa Kliwon) tidak baik untuk mantu (menikahkan anak). Dalam satu putaran pawukon terdapat enam kali Anggara Kasih, namun hanya lima Anggara Kasih yang dianggap baik untuk penyelenggaraan pernikahan yaitu:

24.Kuranthil, Selasa, Kliwon, Kajeng, Menala, Mawulu, Uma, Gigis.
59.Julungwangi, Selasa, Kliwon, Betheng, Jaya, Uwas, Guru, Jagur.
94.Mandasiya, Selasa, Kliwon, Pasah, Menala, Paningron, Yama, Dangu.
164.Prangbakat, Selasa, Kliwon, Betheng, Laba, Aryang, Endra, Wurung.
199.Dhukut, Selasa, Kliwon, Pasah, Sri, Tungle, Ludra, Tulus.

Sedangkan satu lagi Anggara Kasih yaitu yang terdapat dalam wuku Tambir (129) tidak dianggap baik, karena sehari sebelumnya yaitu hari ke 128 dalam pawukon adalah hari Samparwangke. Bukankah beberapa hari sebelum hari H pernikahan orang sudah sibuk? Bahkan 1 hari sebelumnya sudah midadareni. Jadi menurut pawukon tidak mungkin midadareni pada hari Samparwangke.

Itulah hari-hari baik dan buruk yang asli dalam pawukon. Masih ada hari baik dan buruk dalam bentuk lain, yaitu hari-hari yang mempergunakan perhitungan neptu. Hari-hari dengan perhitungan neptu itu kiranya tidak perlu diutarakan di sini, karena telah terlalu jauh dan pawukon.





1:53 AM ::   [panjie]

 


Menentukan Arah Pintu Rumah!
- Penentuan arah menghadap rumah, bagi masyarakat Jawa, merupakan hal yang sangat penting dalam membangun suatu rumah tempat tinggal. Secara garis besar, arah menghadap rumah yaitu menghadap ke arah utara, timur, selatan, dan ke arah barat.

Seperti halnya bangsa Cina, orang Jawa percaya bahwa arah menghadap rumah memiliki pengaruh atau dapat membawa keberuntungan atau kesialan dalam hidupnya dan juga keluarganya.

Pada jaman dahulu dalam masyarakat Jawa hampir tidak dijumpai rumah menghadap ke barat dan demikian pula halnya yang menghadap ke arah timur. Rumah orang biasa (masyarakat umum, bukan bangsawan) pada umumnya menghadap ke arah utara atau ke selatan. Sedangkan arah menghadap ke timur khusus dipergunakan untuk keraton.

Setiap arah mata angin dipercayai ditunggu oleh dewa, dan oleh karena itu ada makna simbolis tertentu penentuan arah menghadap rumah berdasarkan empat mata angin.

Keempat arah mata angin yang dijaga oleh dewa tersebut adalah :

(1) timur ditunggui oleh Maha Dewa,

(2) barat ditunggui oleh Batara Yamadipati,

(3) utara ditunggui oleh Batara Wisnu, dan

(4) selatan ditunggui Batara Brahma

Dalam mitologi Jawa, Batara Yamadipati adalah dewa kematian. Sehingga bagi orang yang mempercayai, arah menghadap ke barat harus dihindari karena secara simbolik berarti sama dengan mengharap kematian.

Adapun cara menentukan arah menghadap rumah adalah dengan menjumlah neptu (hitungan) hari kelahiran dan pasaran orang yang akan membangun rumah.
Ketentuannya adalah sebagai berikut :

(1) jika jumlah neptunya 7, 8, 13, 18, arah rumah menghadap ke arah utara atau ke timur,

(2) jika jumlah neptunya 9, 14 arah rumah harus menghadap ke selatan atau ke timur,

(3) jika neptunya 10 arah rumah harus menghadap ke selatan atau barat,

(4) jika jumlah neptunya 11, 15, 16 arah rumah harus menghadap ke barat, dan

(5) jika jumlah neptunya 12, 17 arah rumah harus menghadap ke utara atau ke barat.

Neptu hari:

Ahad = 5, Senin = 4, Selasa = 3, Rabu = 7,

Kamis == 8, Jum'at = 6, Sabtu = 9,

Neptu pasaran:

Kliwon = 8, Legi = 5, Pahing = 9, Pon = 7, Wage = 4

Misalnya Anda lahir pada ahad pahing, maka jumlah neptu menjadi (ahad = 5) + (pahing = 9) = 14.

Berdasarkan penghitungan neptu tersebut maka Anda sebaiknya memiliki rumah menghadap arah selatan atau ke timur.





1:52 AM ::   [panjie]

 

Terperangkap

Ujian di tengah perjalanan hidup memang terasa berat dan bosan namun demikian itu lah mungkin yang di namakan dengan cobaan hidup yang hadir dan tercipta dari keinginan manusia itu sendiri dan bukan karena orang lain coy………………sebab manusia itu sendiri mempunyaui suatu keinginan yang teramat bisa di bilang gigih dan berpotensi cuman sedikit sulit nya yaitu mencari celah yang sesuai tetapi kita manusia tidak di ajarkan untuk berputus asa dalam menghadapi hidup itu sendiri, soalnya manusia itu di bekali akal yang dapat di manfaatkan berpikir dan menelaah arti hidup itu sendiri yoi coy < so > jangan lah menyerah di dalam berperang menghadapi hidup itu sendiri makanya hidup itu janganlah pengen jadi wayang nya tetapi jadi deh dalang nya < meren > sory nih kalo gw so tau asal cablak, tetapi di sini sebetul nya gw ingin mencari pemahaman hidup yang sebetulnya emang gw butuhin yah bisa di bilang gw belum bisa menjadi apa yang gw mau gitu loh maksud nya gw mo ngajak ama semua marilah kita gapai apa yang kita mau dengan tekad dan kemauan yang berkobar kobar karena kita masih mempunyai jiwa muda coy sayang kan kalo masa muda kita Cuma cumain gitu aja yoi ngga, nanti kalo kite buat masa muda kita terbengkalai kita nyesel mah belakang < yoi ngga merensih > tetapi pada dasarnya manusia emang harus mempunyai daya etos pemikiran yang cemerlang dan akurat namun dewasa ini kebanyakan sih malah tebalik jadinya pada keder nah kalo bisa jangan kaya begitu dah kan ngga etis yah itu sih sekedar saran maaf nih, tapi ente boleh deh kroscek diri masing masing emang ada bagus nya ada juga buruk nya hayo gimana tuh kekekeke……..bingung sendiri deh gw kekekeke…….yeh ngga usah bingung manusia itu tidak ada yang ferfeck pasti aja ada jelek nya sedikit, makanya kita hidup jangan so suci ding malu tuh ama kelakuan kekekeke…………….namun kelalaian kita janganlah di jadikan suatu pelarian kita di dalam keputusasaan soal nye nih manusia biarin kemana aje pasti ada dosa nya makanya mendingan kita jadi kan itu semua pelajaran yang berharga di dalam hidup ini and cepet dah kita tobat ame yang kuasa dan jangan bosen2 tobat nya kalo bisa kite tiap hari dah………………………………………jadilah apa yang kamu mau dan raihlah dengan kemampuanmu yang di dorong dengan perhitungan yang cermat dan keuletan di dalam kita berkarir serta tanam kan rasa tabah dan sabar di dalam pencarian mu, mudah mudahan kita bakal menjadi orang yang sukses amiin yaa robbal alamin….





1:51 AM ::   [panjie]

 

KAMPUS

duduk terdiam dilorong kampus
menghisap sebatang rokok
segumpal asap menjadi teman
terasa asing ku terdiam
mengisi hati yang hening
haii kalimat yang ku dengar
suara gaduh berhamburan
layaknya pasar
mulai terlihat kini intuisi
keramaian mengajak
tuk berperan
menelaah
fenomena yang berlaku
menjanjikan harapan
menjadi kenyataan
sukses dari kehidupan
itu sendiri
......................


created by : adi winata





1:50 AM ::   [panjie]

 

harapan

berjanji dan berucap
menanti sang kekasih
didalam buku harian
terdiam dan bisu
menunggu kedatangan
mu oh.......kekasih ku
biarlah hati ini yang menjerit
menatap paras wajah mu
yang indah dan menyejukan
keheningan hidup ini
bukanya aku mengelak
dan menolak kehadiranmu
tetapi apakah mungkin
kau bisa ku miliki
tak kuasa diri
ingin memiliki
apalah arti diri ini
tuk bisa mejadikan kau
pujaan dan dambaan hati
biarlah waktu yang kan
menjawab semua itu
dan biarlah senyum mu
menjadi penyejuk jiwa yang sepi ini

created by : adi winata







1:49 AM ::   [panjie]

 


PENANTIAN

suasana di keheninggan malam
menemani jiwa yang syahdu
terasa indah dan tenang
memahami keadaan yang ada
lika-liku perjalanan
di lalui proses alam
yang bersahaja dan
bertemankan
puing-puing kehidupan
soraya alam memanggil
dan bersorak
menggajak tuk larut
di dalam kedamaian
menyongsong hari
yang menyenangkan
terbebas dari kepahitan
yang mencekam
berbenah bangkit gapai
mahligai hidup
yang menyenangkan




CREATED BYE :ADI WINATA





1:48 AM ::   [panjie]

 


asmara


ungkapan hati yang terbesit
menuai di dalam penantian
mencoba dan menelusuri
kenyamanan yang berlaku

risau gelisah
mulai berkecambuk
mentolerir keadaan yang ada
perasaan tuk berkeinginan
menganggu gudah tak karuan
bagai api yang berkobar
membakar suasana

ucap hati berjanji seribu kata
berharap itu semua kan terjadi
sejenak terdiam melamuni yang fana
mengingat akan indah nya bunga
mewarni dan harum

created by : adi winata





1:48 AM ::   [panjie]

 


menanti
berjalan menelusuri bahtera
menguak kenyataan yang berlaku
bagai pristiwa nyata
tak sadar terayuh kedalam
bagai lukisan yang terpangpang
tak mudah bercerita dan bersuara
mungkin itu kilas balik dari hidup
bertanya-tanya pada diri sendiri
itukah realita kesinambungan hidup
mencoba dan mencoba
menguak misteri yang ada
mungkin inilah yang di namakan dengan nyata
walaupun terlihat semu
kutatap langit yang cerah soraya berkata
ini awal dari suatu kebangkitan
mungkin ini yang di namakan penghujung sebuah harapan
terlihat indah dan berseri
sepintas wajah-wajah terlihat senyum
mengalir dan melontarkan harapan
daun-daun kini mulai berguguran
menanti tumbuh tunas baru yang indah
semoga kedamaian itu kan hadir
semoga ketentraman itu kan bangkit
melambai dan melambai
tangan-tangan menyambut dengan hangat





1:46 AM ::   [panjie]

 




naluri

gelombang
arus kencang
alunan oktaf
tersusun rapih
suara-suara
sumbang bergema
getaran halus
merasuk tulang
aliran-aliran
darah mulai
terasa tertunduk
jiwa ini
tak terpikir kini
haluan arah
ke egoaan lepas
tuk sesaat
terdiam dan diam
menyaksikan
cahaya itu t'lah
datang kini
singgah dan
singgahlah
jiwa ini rindu
kepadamu


created by : adi winata







1:44 AM ::   [panjie]

 



berbenah diri


angin bertiup
terasa sejuk
suasana tenang
sekilas tak terlihat

alam pun terbuka
menatap terdiam
seperti ingin memangil
tak terdengar sedikitpun

senyap dan senyap
tertidur di dalam keindahan
diapun datang menghampiri
membawa pelita penerang

terbang dan terbanglah
suara-suara itu kini t'lah pergi
haluan itu kini tlah tiada
jadilah ynag kau inginkan



created by : adi winata






1:43 AM ::   [panjie]

 



pelita penerang

Hari indah menghiasi
gemerlapnya hidup
merenung dan berpikir
tuk terdiam sejenak
seakan tak bertuan
tuk sesaat
tak terbayangkan
dia hadir begitu cepat
kenyataan itu
hadir hadir hadir
menghampiri
kekosongan jiwa
hitam dan putih
hiasan pantulan
yang terlihat
yaa alloh
yaa rohman
yaa rohiim
yaa jalajalaluhu
begitu indah asmamu
yaa robbi
bergetar seluruh
jiwa ini menangis
tak kuasa hati ingin
bertasbih atas namamu
puja dan puji
kupanjatkan kepadamu yaa robbi


created by : adi winata





1:41 AM ::   [panjie]

 



ISENG

suram seorang diri
menatap ricuh tak berlirih
lontaran kata mulai tersusun
meraih ingin terlihat

berat diri tuk berkata
menoleh diri ingin tersenyum
serentak prilaku tercermin
bagai daun-daun bertebaran

rongrongan janji tergurat
bagai pena yang terdiam
sosok buku menghantui
menjiplak diri tuk berperan

created by : adi winata





1:40 AM ::   [panjie]

 




· cermin itu kah perwujudan ku, apakah wayang kilaSAN LAKON PERJALANANku apakah pantas bila ku bertanya pada diri ku sendiri tentang wacana kehidupan ini, namun itu semua terlihat sombong sekali apa aku harus pertanyakan semua pada alam ini ............ tetapi hanya hati kita lah yg bisa menjawab semua itu karena tak lain kita masih dianggap bewajah dua belum manjadi satu kesatuan yg seragam diantara keinginan dan kemauan serta kemampuan karena yg terlihat hanya lah penyesalan dan penyesalan dan mengkik balik diri yang tak bersalah< lumrah > (kekeke sorry nih gw sendiri padahal lg bingung kekekeke......) maka dari itu semua manusia haruslah bisa mengantisipasi gejolak kemauwan yg hadir terus menerus di dalam jiwa ini...............
· sunyi itu indah karena di dalam nya tidak ada kepalsuan yang mana semua itu hanya hayalan semata kekekeke tetapi itu adalah hidup yang penuh lika liku perjalanan yang begitu indah dan pilu dan jangan lah kau cucurkan air mata mu untuk sesuatu yang belum kau anggap itu adalah petaka tetapi tak jadi masalah bila kau ingin menangis2lah karena setidak nya kau bisa membuat jiwamu tentram walaupun sesaat tetapi menangis merupakan pakaian dari kehidupan itu sendiri karena dengan tangisan bisa membuat dirimu lembut atau baik, bukan berarti cengeng oke coy kekekekekeke.............................? apa coba bingung yah , buat nyaman dirimu walaupun kau akan kehilangan apa yang kau harap kan dan kau dambakan di dalam hidup ini biarlah kekecewaan menjadi cambuk di dalam hidup mu agar kau bisa sukses di kemudian hari dan biarlah waktu yg kan menjawab semuanya walau pahit kehilangan semua tetapi masih ada yang tersisa di dalam benak yang paling dalam.........?, semoga pelajaran yang sedikit yg pernah ku timba menjadi pemacu hidup awal dari suatu kebangkitan yg baru, dan gw yakin belajar bener itu dari salah, makanya gw bersyukur kehadirat tuhan yg maha esa, karena gw belum tentu tahu apa yg di namakan kebenaran itu sendiri dan semoga penilaian ini salah apa ada nya karena sebaik baiknya suatu penilian itu datang nya dari alloh yg maha esa , karena hanya alloh lah yg lebih mengetahui perkara benar dan salah dan semoga alloh senantiasa membingbing kita semua ke dalam suasana bahtera ke imanan dan keselamatan yang di dalam nya terdapat bahtera pengampunan dosa........!





1:39 AM ::   [panjie]

 



Cinta

Rapuh bagai terompah tua yang di tinggal pergi
Jauh terlihat semu dan misteri ………..……….
Lihai seperti musang…………………………..
Bersih layaknya kain putih polos……….……...
Hitam kelam warna ceritanya………………….
Lirih suka dukanya……………………………..
Nestapa kabar beritanya………………………..
Kemenangan haluannya………………………..
Hening perjalanannya…………………………..
Indah kemilau pancaran cahayanya…………….
Buta sambutannya………………………………
Derai kisah penghujungnya……………………..
Harum pakaiannya………………………………
Nafsu lintasannya……………………………….
Mewangi idamannya…………………………...!



created by : ady winata





1:32 AM ::   [panjie]

 





? Hello pa kabar semua ,hehehehehehehe, napa bingung yah, ini gue emmmmmmmmmmmmmm, temu lagi nih , oh yah gue mau ngebahas sedikit tentang takut, do you have takut about something emmm gue piker semua orang punya rasa takut itu wajar supaya manusia itu sendiri tidak menjadi seseorang yang arogan,sombong and egois tau kan jadi bukan gimana gue aja ckckckck……I thing takut is normal karena itu bagian dari fitroh seseorang, karena ngga mungkin manusia tidak punya rasa takut that is a boulsit thinking hehehehehehehee(soryyyyy).
? Oke kite buka apasih takut ? takut adalah perasaan manusiawi yang dialami setiap insane manusia yang tidak akan pernah terlepas untuk selamanya,dan takut itu sendiri bagian dari hati nurani seseorang untuk menggapai suatu intelegent seseorang yang mungkin akan selalu hadir di dalam setiap detik perjalanan hidup ini (AH…MASAAAA..) IYA KALI YAH…….karena takut itu luas artinya misalnya .
? 1.takut kita pada sang kholiq
? 2.takut kita berbuat sifat yang nyeleneh
? 3.takut kita terhadap sesuatu yang mengerikan
? 4.takut kita dalam menghadapi kenyataan hidup
? dll.
? Oke tadi sedikit gue bahas tentang jenis jenis takut mungkin itu semua akan ada dalam setiap relung sisi hidup manusia iya kan……(ngga juga ngga apa-apa kok),tapi kita sebagai manusia tidak boleh munafik dan mengelak dari kenyataan itu semua, itukan manusiawi cek deh diri masing -masing pasti kalian mempuyai rasa takut, wahai insane yang bijaksana janganlah kalian berbangga diri bahwa kalian tidak punya rasa takut,kenapa ane bilang gitu, soalnya binatang aja punya rasa takut,iblis aja punya rasa takut,malaikat aja punya rasa takut,Hayoh mo bilang ape………jadi rasa takut itu is normal-normal aje……hehehehehe(sorry makse nih….).
? Yang perlu kita telaaah disini, mungkin cara penempatanya, itukan munkin yang pengen ente-ente tau kan, so gue piker kita perlu membenahi dimana cara kadar penempatan rasa takut itu di tempatin and tau moment nya….hahahahaha…duh sorry nih,menurut perkiraan yang telah teruji rasa takut itu baik karena bisa membawa pembenahan diri seseorang yang terkadang terlupakan, contoh soal….? Ade orang takut terhadap sang kholiq, maka die ngga berani melanggar ape yang sudah di perintahkan dan yang di larang, sehingga kehidupan die terbina untuk menjadi hamba sahaya yang patuh akan suatu peraturan or disiplin dalam menyelami hidup ini tetapi itu semua teori, praktek nya sih ngga ade, cumin kalo bisa sih mencoba, soalnya kita bukan lah malaikat yang selalu berbuat baik terus dan bukanlah iblis yang selalu berbuat salah terus dan bukan pula seokor binatang yang selau menerkam dan kabur dari intaian, jadi kita ini manusia merupakan mahluk yang sempurna yang tidak mengghendaki yang berkelebihan or kekuranggan so jadilah manusia yang utuh yang sesuai dengan norma-norma yang ada yang mana kita ini tak luput dari kesalahan dan kebaikan, nah itu salah satu contohnya coy.
? Sekarang kita beranjak ke contoh ke dua yaitu takut kita terhadap orang tua,Wah yang ini sih pasti banyak sudah di alami oleh kalian semua hehehehehe……(MEREN),takut disini bisa kita bilang bukan lah takut secara keseluruhan seperti kita takut terhadap sang kholiq, tetapi takut di sini menghormati atau menmghargai seseorang yang telah membingbing dan membesarkan kita sampe dewasa, Nah tadi itu adalah bagian yang dinamakan dengan hablum minannasi dimana kita sesame manusia harus menggalang tali silaturahmi or tali persaudaraan yang mane kita terlahir di dunia ini dari adam dan hawa yang semua itu atas ijin yang maha kuasa,ingat-ingat jangan salah paham nih, sudah sewajar nya kita punya rasa hormat terhadap ke dua orang tua, guru, ulama, dan hamba sahaya lainya, soalnya kita hidup di dunia ini tidak lah sendiri………….yang sendiri itu adalah perjalanan di dalam mengarungi atau menguak misteri rahasia hidup itu sendiri, sooory ding itu juga kayak nya nih butuh deh bantuan dari sekitar …….hehehehehehehehe……maksud nya lebih enak menggorek kekuranggan diri sendiri dari pada menggorek kekurang diri orang lain tetapi kaya nya ngga mungklin juga…….nah luh napa jadi begini nih….wah tulalit nih sorrrrry…..hayo gimana nih…..kalo menurut gue orang punya rasa takut itu lumrah ding itu fitroh ko…..
? Sorry nih gue musti pamit jadi dari semua pembahasan di atas gue piker sih is normal-normal aja……………byeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee………………………………………………. Jadi gue piker sekarang yang perlu kita telaaah gimana caranya kite bisa menghadapi hidup itu dengan sebaik-baiknya…walaupun sulit tetapi kenapa ngga mencoba mudah-mudahan sih kite sanggup dan jangan permasalahan kecil di besar-besarkan rugi tau ngga menyita waktu aje meninggan juga kita jalanin aja hidup ini dengan damai tabah dan tawakal dan berusaha menjadi yang di ingginkan sebab kita hidup tidak ada yang ferfek you no that, dan satu masukan dari gue takut itu wajar tidak ada orang yang tidak punya rasa takut munkin yang berbeda kadar nya aja atau perjalanan nya aja







About | Archives | Downloads | Forum | WorkJob